Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Perpustakaan Universitas Swadaya Gunung Jati dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Perpustakaan Universitas Swadaya Gunung Jati dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon

UGJ NEWS — Perpustakaan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) dengan bangga mengumumkan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon. Acara bersejarah ini berlangsung pada tanggal 22 Mei 2024 di Aula Universitas Swadaya Gunung Jati dan dihadiri oleh berbagai pihak penting dari kedua institusi.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta akses informasi bagi masyarakat Cirebon dan mahasiswa UGJ. Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk saling berbagi sumber daya, informasi, dan program-program literasi yang bermanfaat.

Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR menegaskan bahwa tenaga pendidikan khususnya dalam UGJ harus siap menghadapi hambatan dan tantangan.

“Ditengah menghadapi berbagai tantangan pendidikan, kita harus menghadapi segala bentuk riak/hambatan kedepannya” ujarnya

Sebagai pimpinan di kampus, Beliau pun sebagai Rektor sudah menyiapkan program-program untuk kedepannya.

Saya sudah memprogramkan untuk kedepannya. Pertama dibawah dukungan Yayasan, pada tahun ini membuka 13 prodi baru, mendorong akan mengupayakan UGJ menjadi klaster unggul, berencana akreditasi prodi skala Internasional (sudah disiapkan 7 prodi)”lanjutnya

Acara ini merupakan wadah atau tempat berdiskusi mengenai perpustakaan apalagi sekarang ini serba digital. Hal apa saja yang harus dievaluasi dan diatur ulang.

Perubahan Karakteristik dan kebiasaan dari Generasi Z pun menjadi hal penting yang perlu digaris bawahi.

“Saat ini Gen Z itu berbeda dengan generasi sebelumnya. Yang mana jika dulu perpustakaan itu berkonsep tertutup, namun Gen Z ini lebih menyukai perpustakaan yang seperti coffee shop atau terbuka. Hal tersebut menjadi PR bagi kami untuk merancang perpustakaan"ujar Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Gunawan, ATD., DEA menambahkan bahwa Perpustakaan itu dibuat untuk kegiatan literasi. Namun karena seiring berjalannya waktu perpustakaan pun bisa menjadi wadah diskusi.

“Yang pada intinya perpustakaan itu adalah dibuat untuk kegiatan literasi. Membaca. Karena berjalan waktu yang sangat signifikan, terdapat perubahan-perubahan. Perpustakaan pun bisa menjadi ruang diskusi” ujarnya

Terdapat empat tingkatan literasi menurut pemaparan  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Gunawan, ATD., DEA. Diantaranya adalah kemampuan mengumpulkan sumber-sumber bacaan atau formasi, kemampuan memakai, kemampuan inovasi kreatifitas, dan kemampuan menghasilkan barang atau jasa.

Acara penandatanganan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai peluang dan tantangan dalam mengembangkan layanan perpustakaan di era digital.

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam membangun kemitraan yang strategis dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di Indonesia.