Rektor UGJ Melepas Delapan Mahasiswa Fakultas Pertanian untuk Melaksanakan Magang Internasional di Jepang

Rektor UGJ Melepas Delapan Mahasiswa Fakultas Pertanian untuk Melaksanakan Magang Internasional di Jepang

UGJ NEWS - Dengan rasa bangga, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon mengumumkan keberangkatan delapan mahasiswa terpilih dari Fakultas Pertanian untuk mengikuti program magang internasional di Jepang. Keberhasilan ini menandai Fakultas Pertanian sebagai pionir dalam inisiatif global UGJ .

 

Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR, sangat mendukung serta mengapresiasi program ini dan menyampaikan bahwa Fakultas Pertanian sebagai pionir dalam program magang internasional.

“ Fakultas Pertanian ini menjadi pionir magang internasional di UGJ kampus kita tercinta. Suatu hal yang luar biasa sekali bisa magang di Jepang. Yang mana sesuai juga dengan visi UGJ menuju kancah internasional” ujarnya

 

Terdapat fakta yang membanggakan yaitu 8 mahasiswa Fakultas Pertanian UGJ berangkat ke Jepang untuk melaksanakan magang industri. Rupanya dengan jumlah tersebut, UGJ merupakan universitas yang paling banyak lolos dalam program magang internasional. Hal ini membuktikan bahwa UGJ dipercaya oleh industri Jepang untuk siap dan layak kerja.

 

“Terdapat delapan mahasiswa (empat agroteknologi dan empat  agrebisnis), lebih bangganya lagi yang lain rata-rata hanya satu mahasiswa namun UGJ berhasil lolos sebanyak 8 mahasiswa. Artinya Industri di Jepang mempercayai mahasiswa UGJ siap untuk dunia kerja kedepannya"ujarnya

 

Magang ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bekerja bersama para ahli di bidang pertanian Jepang, memperluas pengetahuan mereka, dan menerapkan teori yang telah mereka pelajari dalam praktik nyata.

 

Ini juga merupakan kesempatan untuk membangun jembatan kerjasama antara Indonesia dan Jepang, serta memperkuat kompetensi mahasiswa UGJ dalam kancah internasional.

 

Mahasiswa yang terpilih akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti program magang yang akan berlangsung selama enam bulan, di mana mereka akan bekerja bersama para ahli pertanian Jepang dan mempelajari teknik-teknik pertanian terdepan. Program ini tidak hanya akan memberikan mereka pengetahuan praktis yang berharga, tetapi juga kesempatan untuk memahami budaya kerja dan teknologi pertanian yang maju.